Edukasi DAGUSIBU Antibiotik untuk Pencegahan Resistensi Bakteri di Apotek Kimia Farma

Authors

  • Azmi Awaliya Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta
  • Vidya Magvierah Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta
  • Putu Rika Veryanti Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta
  • Teodhora Teodhora Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta
  • Vilya Syafriana Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta
  • Munawarohthus Sholikha Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta
  • Ika Maruya Kusuma Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.29062/jihapenmas.v2i2.1476

Keywords:

Penggunaan Antibiotik, Edukasi DAGUSIBU, Resistensi Bakteri, Apotek Komunitas, Penggunaan Obat Rasional

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi bakteri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Kegiatan dilaksanakan di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan dengan melibatkan 30 responden yang berasal dari pasien dan masyarakat sekitar apotek. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung menggunakan media brosur serta pengisian kuesioner untuk menilai karakteristik responden dan tingkat pengetahuan terkait penggunaan antibiotik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai aturan penggunaan antibiotik, seperti kewajiban menghabiskan antibiotik sesuai resep dan cara penyimpanan yang benar. Namun, masih ditemukan perilaku berisiko, antara lain penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan ketidaktahuan bahwa antibiotik hanya efektif untuk infeksi bakteri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU oleh apoteker berperan penting dalam mendorong penggunaan antibiotik yang rasional sebagai upaya pencegahan resistensi bakteri di masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2011). Gunakan antibiotik secara rasional untuk mencegah kekebalan kuman. Info POM, 12.

Centers for Disease Control and Prevention. (2013). Antibiotic resistance threats in the United States. U.S. Department of Health and Human Services.

Ciptaningtyas, & Rizkie, V. (2014). Antibiotik untuk mahasiswa kedokteran. Graha Ilmu.

Cunha, B. A. (2014). Esensial antibiotik (Ed. ke-7). EGC.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman penanggulangan nasional TBC. Depkes RI.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Pengetahuan dan keterampilan dalam memilih obat bagi tenaga kesehatan. Depkes RI.

Dewi, C., Christie, Y., Lestari, N. A., & Universitas Kahuripan Kediri. (2019). Pengembangan media ajar berdasarkan penelitian analisis morfologi durian di Jawa Timur. Jurnal Koulutus: Jurnal Pendidikan Kahuripan, 2(2).

Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. (1979). Farmakope Indonesia (Edisi III). Depkes RI.

Ikatan Apoteker Indonesia. (2014). Pedoman pelaksanaan gerakan keluarga sadar obat. IAI.

Katzung, B. G., Masters, S. B., & Trevor, A. J. (2012). Farmakologi dasar dan klinik (Edisi ke-12). Buku Kedokteran EGC.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011a). Pedoman pelayanan kefarmasian untuk terapi antibiotik. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011b). Gunakan antibiotik secara tepat untuk mencegah kekebalan kuman: Buku panduan Hari Kesehatan Sedunia. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Modul penggunaan obat rasional. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Pedoman umum penggunaan antibiotik. Kemenkes RI.

Khairiyanti, L. (2015). Faktor yang berpengaruh terhadap penyimpanan obat keras dan antibiotik tanpa resep di Provinsi Gorontalo. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1).

Madania, M., Apt., et al. (2022). Edukasi DAGUSIBU antibiotik menggunakan media booklet untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat di Desa Buata, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bonebolango, Provinsi Gorontalo. Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman umum penggunaan antibiotik. Kementerian Kesehatan RI.

Setiabudy, R., & Gunawan, N. (2007). Farmakologi dan terapi (Edisi ke-5). Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sinulingga, S., Hariyadi, K., & Yana, R. (2019). Pendampingan keterampilan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat (DAGUSIBU) pada masyarakat. LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 119-124. https://doi.org/10.25077/logista.3.2.119-124.2019

Utami, E. R. (2012). Antibiotika, resistensi, dan rasionalitas terapi. Jurnal Saintis. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Yunus, Y., Puspita, N., & Fajri, P. (2018). The extent of inadequate drug storage: A household survey in Jatinegara, East Jakarta. Asian Journal of Applied Sciences, 6(6), 537-541. https://doi.org/10.24203/ajas.v6i6.5556

Wiharto, Mutsaqof, N., Aniq, A., & Suryani, E. (2016). Sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit infeksi menggunakan forward chaining. Jurnal Teknologi & Informasi ITSmart, 4(1), 43. https://doi.org/10.20961/its.v4i1.1758

Downloads

Published

2025-09-01

How to Cite

Awaliya, A., Magvierah, V., Veryanti, P. R., Teodhora, T., Syafriana, V., Sholikha, M., & Kusuma, I. M. (2025). Edukasi DAGUSIBU Antibiotik untuk Pencegahan Resistensi Bakteri di Apotek Kimia Farma. Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat, 2(2), 129–135. https://doi.org/10.29062/jihapenmas.v2i2.1476

Issue

Section

Articles